Kebaikan dan Keburukan tentang Diri Saya

Demi memenuhi tugas bahasa indonesia saya harus mencari pendapat-pendapat dari teman-teman tentang saya, baik dari sisi positif dan negatifnya. Dan jawaban mereka pun bermacam-macam, mulai dari negatif aja dulu kali ya baru positifnya.

- dari sisi negatif
* keras kepala
* pemikir (kalau ada apa-apa pasti dipikirin terus)
* bawel, cablak (sama gak si??)
* tukang jajan
* jutek
* cuek
* manja
* sok tau
* suka gak jelas
* gak tepat waktu
* sensitif (terlalu perasa)

- dari sisi positif
* baik (udah umum)
* lucu, imut, manis (hmmm…)
* friendly
* sabar
* care
* natural
* perhatian
* pengertian
* ramah, murah senyum (sama gak ya??)
* enak diajak ngobrol
* enak diajak seru-seruan
* gak ngebosenin
* gak sombong
* pinter (lumayan)
* realistis
* humble (rendah hati)
* ceria
* setia kawan
* gak perhitungan
* rame, seru, menyenangkan (apa bedanya ya???)
* ngocol (???)

hahaha,,jadi pengen ketawa sendiri ngeliat pendapat dari teman-teman saya.
Terima kasih banyak udah mau membantu saya dalam mengerjakan tugas ini.
Maaf kalau ada yang kurang baik dari sisi positif dan negatifnya.
Semua pendapat kalian sangat bermanfaat bagi diri saya pribadi karena saya dapat memperbaiki sisi-sisi negatif dan mempertahankan sisi-sisi positif saya sehingga bisa menjadi lebih baik.

Silahkan comment jika sudah mengenal saya dan ingin memberikan pendapat juga.
Keep Smile . :)

Seberapa Mampukah dalam Menilai Waktu

“Waktu adalah pedang, potonglah ia sebelum ia memotongmu” (Al Hadits)

“Waktu adalah uang” (Peribahasa Barat)

Dua kata-kata bijak di atas kerap kali kita dengar untuk menunjukkan sangat berharganya waktu. Waktu adalah anugerah Allah yang diberikan kepada kita agar bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Nikmat Allah yang satu ini begitu unik karena ia selalu ada namun terus berlalu. Setelah ia berlalu maka tidak akan pernah datang kembali. Itulah mengapa kita juga mendengar pepatah “hal yang paling jauh dari kita adalah hari kemarin”.

Manusia sering membuang waktu dengan percuma dengan melakukan hal-hal yang tak berguna dan bahkan merugikan orang lain. Namun, waktu juga bisa terbuang sia-sia bila seseorang tidak mengelola waktunya dengan baik. Ia bisa mengisi kesempatan yang tersedia dengan aktifitas-aktifitas positif tetapi tidak teratur sehingga saling berbenturan dan berpotensi hilangnya kesempatan untuk melakukan aktifitas yang lain. Ini tentu juga akan berdampak dengan orang lain yang melakukan aktifitas bersamanya dan merugikan mereka. Ketidakmampuan mengelola waktu dengan baik (mismanagement of time) adalah sebuah kesalahan yang harus segera dibenahi. Oleh karena itu, manajemen waktu merupakan keharusan bagi setiap orang sebelum menjalani berbagai aktifitas setiap harinya.
Ada empat hal yang perlu kita perlukan dalam menerapkan manajemen waktu sehari-hari. Empat hal tersebut antara lain sikap menghargai waktu, mampu menentukan prioritas, mampu memperkirakan waktu, dan menyiapkan langkah antisipasi. Berikutnya akan diberikan sedikit penjelasan mengenai hal-hal tersebut sehingga diharapkan keempatnya dapat dimengerti dan mulai kita lakukan.

1. Sikap menghargai waktu
Waktu yang ada sangat terbatas dalam hidup kita. Usia manusia hanya puluhan tahun dan hari terus berganti sedemikian cepatnya sehingga harus dimanfaatkan dengan optimal dan jangan sampai ada yang terbuang percuma. Imam Hasan Al-Banna pernah menyampaikan bahwa amanah yang kita miliki jauh lebih banyak daripada waktu dan kesempatan yang ada. Itulah mengapa waktu sebagai nikmat luar biasa dari Allah harus kita hargai. Sikap ini akan menumbuhkan optimisme dan kerja keras dalam mencapai tujuan yang kita harapkan.

2. Mampu menentukan prioritas
Kita harus mampu dalam menilai seberapa penting sebuah aktifitas harus dilakukan berikut urgensinya serta akibat-akibat jika aktifitas tersebut dilakukan di waktu lain atau bahkan ditinggalkan. Penilaian tersebut harus dilakukan terhadap semua aktifitas yang akan kita jalani. Oleh karena itu, agenda kegiatan adalah sesuatu yang harus ada dalam hidup kita. Dengan demikian kita bisa mengetahui mana aktifitas yang kita dahulukan pengerjaannya dan mana yang bisa kita lakukan berikutnya.

3. Mampu memperkirakan waktu
Memperkirakan waktu dan lamanya suatu aktifitas perlu kita lakukan dengan cermat. Hal ini terkait dengan bagaimana cara memanfaatkan waktu secara optimal. Efektifitas dan efisiensi dalam pengelolaan aktifitas sangat penting di sini. Semua ini akan mengurangi terbuangnya waktu secara sia-sia dalam pelaksanaan suatu kegiatan. Jangan sampai waktu yang dibutuhkan kurang atau pun berlebihan.

4. Menyiapkan langkah antisipasi
Adakalanya waktu dan lamanya suatu kegiatan pada pelaksanaannya jauh berbeda dengan yang telah kita rencanakan. Dalam hal ini diperlukan kreatifitas dari kita dalam menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi. Langkah antisipasi yang disiapkan diharapkan tetap menggunakan prioritas dan perkiraan yang tepat sehingga tidak mengacaukan pengaturan waktu untuk aktifitas yang lain.

Poin pertama dari keempat hal di atas (sikap menghargai waktu) merupakan nilai utama yang mendasari ketiga poin lainnya. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk menghargai waktu dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Beliau bersabda, “Lakukanlah lima perkara sebelum lima perkara: sehatmu sebelum sakitmu, masa mudamu sebelum masa tuamu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum waktu sempitmu, dan hidupmu sebelum matimu”. Maka kita sebagai umatnya wajib mengikuti petunjuknya yaitu dengan menghargai waktu melalui manajemen waktu dengan baik demi melakukan kewajiban kita sebagai makhluk Allah di muka bumi.

sumber : http://fajarock.multiply.com/journal/item/4

Cara Mengkritik Orang Lain

Kata orang, saat ini kita tengah berada di era demokrasi. Dimana kita diberi ruang yang cukup luas untuk menyampaikan kritik, uneg-uneg, saran, ketidak puasan dan apa pun yang kesemuanya dilindungi oleh undang-undang. Namun yang menjadi masalah sering kali kita kebablasan dalam menyikapi kebebasan yang diberikan dan ruang yang disediakan.

Saluran untuk menyampaikan saran, kritik atau apa pun saat ini sudah terbuka lebar. Anda bisa menyampaikan lewat media cetak seperti koran, majalah, atau tabloid. Bisa pula melalui milis/ situs seperti blog, atau web tertentu. Ada juga yang memanfaatkan massa untuk menyampaikan keinginan atau aspirasinya yaitu melalui demonstrasi. Hal ini dapat kita saksikan setiap hari dilayar kaca bahkan di sekitar kita sendiri.

Semua orang memang berhak untuk menyampaikan apa yang menganjal dalam hatinya, yang harus diingat adalah etika dalam menyampaikannya. Seringkali kita melupakan hal itu, yang akhirnya kita kebablasan. Secara tidak sengaja dalam beberapa hari ini saya membuat note kecil tentang etika dalam menyampaikan kritik/ pendapat, kurang lebih sebagai berikut:

1. Pahami dan kuasai terlebih dahulu permasalahan yang akan kita kritisi tersebut. Sering saya melihat orang mengeluarkan pendapat atau opini atau kritik tanpa mengerti permaslahan sebenarnya, sehingga yang muncul adalah kesalah pahaman. Saya menyarankan, jika anda tidak mengerti atau tidak menguasai sebuah permasalahan lebih baik anda diam (tidak berpendapat/ mengkritik) dan mencari informasi tambahan.

2. Cara Anda Mengkritik. Cara mengkritik merupakan sebuah media/ saluran bagi anda untuk menyampaikan kritik, opini atau uneg-uneg. Gunakanlah cara yang santun dan baik, selain itu jangan sampai anda menyampaikan kritik secara emosional serta gunakanlah bahasa yang baik dan tidak ambigu agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

3. Menyesuaikan dengan Sikon. Jika akan mengkritik seseorang saya sarankan anda untuk melihat situasi dan kondisi orang tersebut, perhatikan mood/ suasana hati orang tersebut. Dan jangan sekali-kali anda menyampaikan kritik yang pedas di hadapan orang lain apalagi orang banyak. Selain membuat orang tersebut malu juga kurang etis, sampaikan kritik anda ketika orang tersebut sendiri dengan suasana hati yang baik.

4. Jika orang yang anda kritisi/ kritik mau merubah diri atau melakukan apa yang kita sarankan, jangan sekali-sekali anda merasa berjasa atau memiliki andil atas perubahan tersebut. Selain menimbulkan rasa ujub/ takabur, hal tersebut juga menunjukan secara tidak langsung bahwa diri andalah yang sesungguhnya harus dikritik.

5. Jangan lupakan yang namanya ‘niat’, ketika anda mengkritisi atau memberi saran kepada orang lain niatkan sebagai ibadah dalam rangka ‘amal ma’ruf nahi munkar’.

Itulah menurut saya beberapa hal yang harus diperhatikan ketika kita akan menyampaikan saran/ kritik/ opini tentang apapun, hal ini saya yakini dapat meminimalisir kesalahpahaman dan mengurangi potensi konflik antara kita yang memberi kritik dengan yang kita kritik.

sumber : http://denisuryana.wordpress.com/2009/12/10/etika-mengkritik/

Sikap dalam Menghadapi Kritikan

Bila Anda menerima sebuah kritikan, apa yang akan Anda lakukan?

Sebagai seorang blogger, sangat memungkinkan bagi kita suatu saat menerima sebuah kritikan atas apa yang kita tulis. Wajar saja jika ada yang pro dan kontra dengan pemikiran-pemikiran dan sikap kita.

Ketika blog kita sudah mulai setahap demi setahap menuju kepada tingkat yang lebih populer atau mencapai level tertentu, ada saja pastinya yang tidak suka dengan kesuksesan yang kita raih.

Mungkin saja bagi pemberi kritikan, maksudnya hanya memberika sebuah masukan. Tetapi sering kali, bagaimana cara menyampaikannya kurang tepat, sehingga agak melukai perasaan pemilik blog yang dikritik.

Nah, berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan jika suatu saat menerima sebuah kritikan yang dialamatkan kepada Anda:
1. Tidak Bersikap Defense.

Semakin Anda bersikap defense [bersikeras Andalah yang benar], semakin sakit yang Anda rasakan. Cobalah untuk menerima kritikan tersebut. Jangan serta merta merasa tersinggung, lantas segera mengunjungi balik blog pemberi kritikan dan mengungkapkan kekesalan Anda dengan berganti memberikan kritikan yang lebih pedas.

Tenangkan diri Anda, baca baik-baik point yang dikritik. Hadapilah kritik sebagai suatu cara untuk Anda memperbaiki diri.
2. Jangan Reaktif.

Balik menyerang pengkritik Anda bukan solusi. Pikirkan terlebih dahulu apa yang harus Anda buat selanjutnya. Jika kritikan yang diajukan terhadap Anda memang bukan untuk kebaikan blog Anda, ada baiknya Anda abaikan saja.

Tetapi jika yang diungkapkan itu adalah kebenaran: akuilah. Perbaiki yang yang bisa diperbaiki.
3. Tunjukkan Kematangan Anda.

Setelah mempertimbangkan apa yang Anda akan lakukan, hadapilah kritik dengan kedewasaan. Jawab kritikan dengan tindakan nyata: perbaikan terhadap masukan yang diberikan.
4. Segera Memperbaiki.

Lakukan segera jika Anda tahu caranya. Carilah informasi dari tempat lain jika memang Anda tidak tahu cara memperbaiki sesuatu yang dikritikkan kepada Anda. Citra diri Anda akan baik karena tidak menanggapi kritikan dengan cara emosional.
5. Lakukan Komunikasi Dengan Pemberi Kritik.

Ucapkan terimakasih atas masukan yang diberikan kepada Anda. Bagaimanapun juga, hal itu bisa menjadi sarana yang Anda gunakan untuk belajar.

Jika memang masih ada ganjalan di hati Anda, sampaikan. Jangan menyimpan dendam. Kritik memang tidak menyenangkan bagi yang menerima, tetapi selesaikan sampai clear seluruhnya.
6. Sembuhkan Diri Anda.

Setiap orang biasa melakukan kesalahan. Jangan merasa bahwa Anda satu-satunya orang yang pernah melakukan kesalahan. Toh, sudah Anda perbaiki bukan?
7. Kembali Blogging Sebagaimana Biasa.

Kritikan wajar saja diterima. Jika sudah selesai, lupakan. Kembali beraktifitas sebagaimana biasanya. Menulis postingan, blogwalking ke rumah kawan-kawan, meninggalkan komentar dan menjalin persahabatan dengan blogger lain.

Semoga Bermanfaat.

sumber : http://isnuansa.com/7-cara-menghadapi-kritikan/

Cara Meningkatkan Soft Skill

Soft Skill adalah nama lain dari “Emotional Intelligence Quotient”, yang merupakan sejumlah kemampuan kepribadian yang dibutuhkan dalam hal mencari kerja dan kesuksesan dalam berorganisasi. Yang dimaksudkan dengan kemampuan soft skills diantaranya adalah kemampuan berkomunikasi, etika, kemampuan berbicara dan berbahasa dan lainnya. Kini, kemampuan soft skills ini banyak dicari oleh perusahaan dan diharapkan dipenuhi persyaratannya oleh para pencari kerja.

Soft skills ini juga dinamakan dengan interpersonal skills, yang merupakan cakupan dari : kemampuan berpartisipasi dalam tim, kemampuan untuk mengajar, pelayanan, kemampuan untuk memimpin, negotiasi, toleransi dan motivasi.

Maka bisa dikatakan, secara umum, kemampuan soft skills terdiri atas :

1. Etika kerja yang positif

2. Tingkah laku yang baik

3. Keinginan untuk terus belajar dan berlatih

Semua ini bisa didapatkan melalui pelatihan atau pengembangan kepribadian yang dimulai dari diri sendiri. Karena soft skills ini tidak hanya bermanfaat dalam lingkungan kerja, namun bermanfaat dalam menghadapi kehidupan bermasyarakat. Tanyakan pada diri Anda sendiri, apa kemampuan ini sudah ada dalam diri atau masih perlu dilatih lagi?.

Berikut ini adalah beberapa cara untuk meningkatkan kemampuan soft skills :

1. Menjadi bagian dari suatu organisasi, untuk belajar menghargai orang lain

2. Minta pada salah seorang anggota keluarga untuk meneliti kepribadian Anda dan menulis sisi baik dan buruk kepribadian Anda

3. Berusaha mengatur waktu dengan lebih baik

4. Berlatih menghadapi kritik

5. Berlatih cara memberi kritik dengan positif

6. Berusaha untuk hidup dengan lebih baik

Ada juga beberapa cara yang mudah untuk meningkatkan interpersonal skill, karena bagaimanapun manusia pastinya akan berhubungan dengan manusia lainnya, yaitu :

1. Tersenyum, untuk meningkatkan energi positif.

2. Menghargai orang lain

3. Belajar mendengarkan orang lain

4. Berkomunikasi dengan jelas

5. Penuhi diri dengan rasa humor

6. Jangan sering mengeluh

Soft skills ini menjadi salah satu kunci kesuksesan di lingkungan kerja maupun masyarakat. Dengan kemampuan soft skills yang baik, tentunya akan dapat mendatangkan kebaikan dan membuat seseorang dapat lebih menonjol di lingkungan. Daripada katakanlah seseorang yang pandai secara akademis,namun tidak mau menghargai orang lain.

Di era globalisasi dan teknologi seperti ini, tampaknya keramahan dan pengertian masih menjadi faktor utama, yang menjadikan manusia tetap menjadi manusia yang sesungguhnya.

sumber : http://www.stkippasundan.ac.id/articles.php?article_id=10

Artikel tentang Proposisi

Artikel :
Hujan meteor Lyrids akan turun mulai malam ini hingga 26 April 2010. Fenomena tahunan itu bisa disaksikan di seluruh Indonesia selepas tengah malam.

Menurut peneliti utama astronomi dan astrofisika di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin, masa puncak hujan meteor terjadi pada 21-22 April. Saat itu, diperkirakan ada 10-20 meteor yang muncul setiap jam.

“Biasanya pada saat-saat tertentu terjadi lonjakan meteor, tapi tahun ini normal,” katanya, Kamis (15/4/2010). Meteor dari komet Tatcher tersebut mulai diketahui astronom sejak 2600 tahun lalu.

Hujan meteor itu akan turun dekat rasi Lyra. Letaknya berada di antara horison hingga atas langit sebelah timur laut. Dengan kondisi cuaca yang mulai memasukim musim kemarau, ditandai dengan hujan yang jarang turun, kata dia, kemungkinan besar hujan meteor itu bisa disaksikan tanpa dihalangi awan selepas pukul 01.00 dinihari hingga menjelang subuh.

Hujan meteor itu bisa disaksikan dengan jelas oleh penduduk bumi di belahan utara. Di Indonesia yang berada di khatulistiwa, kata astronom dari Observatorium Bosscha Evan Irawan Akbar, kemungkinan agak sulit dilihat. “Posisinya dekat horison, mungkin agak terhalang pepohonan,” katanya. Sebelum dan sesudah masa puncaknya, jumlah meteor yang jatuh diperkirakan hanya sebuah tiap jam.

Bagi para astronom, hujan meteor dari komet yang muncul tiap 415 tahun dekat bumi ini dianggap biasa. Hujan meteor itu berasal dari lapisan es komet yang mencair ketika orbitnya dekat dengan matahari. Partikel debu, es, dan batu yang terlepas itu terbakar di atmosfir sebelum jatuh ke bumi.

Menurut Evan, tahun ini ada 11 hujan meteor yang besar termasuk Lyrids. Setiap tahun, bumi disiram sekitar 25 ribu ton debu angkasa.

sumber artikel : http://www.tempointeraktif.com/hg/sains/2010/04/15/brk,20100415-240590,id.html

Lima rangkaian kata dari artikel diatas :
1. Hujan meteor Lyrids akan turun mulai malam ini hingga 26 April 2010
kalimat ini tidak termasuk kedalam proposisi karena hanya sebuah kalimat biasa.
2. Biasanya pada saat-saat tertentu terjadi lonjakan meteor, tapi tahun ini normal
kalimat ini termasuk ke dalam Proposisi Kondisional karena menggunakan ciri kata ‘biasanya’.
3. Meteor dari komet Tatcher tersebut mulai diketahui astronom sejak 2600 tahun lalu
kalimat ini termasuk ke dalam Proposisi Tunggal karena hanya mempunyai satu subyek dan satu predikat. Dimana meteor sebagai subyek dan diketahui sebagai predikat.
4. Hujan meteor itu akan turun dekat rasi Lyra
kalimat ini termasuk ke dalam Proposisi Tunggal karena hanya mempunyai satu subyek dan satu predikat. Dimana hujan meteor sebagai subyek dan turun sebagai predikat.
5. Partikel debu, es, dan batu yang terlepas itu terbakar di atmosfir sebelum jatuh ke bumi
kalimat ini termasuk ke dalam Proposisi Majemuk karena memiliki satu subyek dan lebih dari satu predikat. Dimana partikel debu, es, dan batu sebagai subyek dan terlepas sebagai predikat pertama sedangkan terbakar sebagai predikat kedua.

PROPOSISI

Proposisi adalah suatu kalimat netral.
Jenis proposisi berdasarkan kriteria:
1. Berdasarkan bentuk : proposisi tunggal dan proposisi majemuk
2. Berdasarkan sifatnya : proposisi kategorial dan proposisi kondisional
3. Berdasarkan kualitas : proposisi positif (afirmatif) dan proposisi negatif
4. Berdasarkan kuantitas : proposisi umum (universal) dan proposisi khusus (partikular)

1. Berdasarkan bentuk
- Proposisi Tunggal adalah proposisi yang memiliki satu subyek dan satu predikat.
Contoh : Saya makan
Adik menangis
- Proposisi Majemuk adalah proposisi yang memiliki satu subyek dan lebih dari satu predikat.
Contoh : Adik belajar bernyanyi dan bermain gitar
MU tour ke asia dan bertanding di Indonesia

2. Berdasarkan sifatnya
- Proposisi Kategorial adalah proposisi yang dimana hubungan subyek dan predikatnya tidak memerlukan syarat apapun.
Contoh : Semua orang memiliki nama
Semua hewan mamalia menyusui
- Proposisi Kondisional adalah proposisi yang dimana hubungan subyek dan predikatnya membutuhkan persyaratan tertentu.
Contoh : Jika hari mendung maka akan turun hujan
Jika saya bangun kesiangan maka akan telat datang ke kampus
Proposisi kondisional dibagi lagi menjadi dua :
• Hipotesis
• Disjungtif adalah proposisi yang memiliki dua predikat yang merupakan alternative.
Contoh : Gusdur adalah kyai atau ilmuwan
Alif mahasiswa atau preman

3. Berdasarkan kualitas
- Proposisi Positif (Afirmatif) adalah proposisi dimana predikat membenarkan subyek.
Contoh : Semua dokter adalah orang pintar
- Proposisi Negatif adalah proposisi dimana predikat tidak mendukung subyek.
Contoh : Tidak satupun mahasiswa berkaki satu

4. Berdasarkan kuantitas
- Proposisi Umum (Universal) adalah proposisi dimana predikat mendukung atau mengingkari semua subyek.
Contoh : Semua manusia berbudaya.
- Proposisi Khusus (Partikular) adalah proposisi dimana pernyataan khusus mengiyakan yang sebagian subjek merupakan bagian dari predikat.
Contoh : Sebagian rakyat Indonesia adalah keturunan asing.

“Satu gayus,seribu markus,sejuta tikus”

Kita adalah langit langit,menutup erat dan berbagi
Disatu sisi kau katakan sahabat,
Dilain sisi ku tawarkan uang nabat
Kita adalah poros bumi,berputar terus dan mengintari
Berbagi mimpi kau lepaskan janji
Menyambut mimpi ,ku biarkan terjadi

Tak ubah seperti daun kering
Mudah dikumpul tak mudah diikat
Satu gayus mulai mendekat,lalu semua bilang sepakat
Seribu markus mulai merapat,lalu semua cepat mufakat
Sejuta tikus siap mendarat,lalu semua sigap mencari tempat
Disana,didalam lorong terang bepagar beton kemewahan
Disana,disekeliling dasi dasi yang menjuntai dan gedung yang tinggi semampai

Kita tetap langit langit,menutup erat dan melindungi
Kita tetap poros bumi,berputar terus tanpa henti
Walau lekang tuk ditutur ulang , Meski bosan tuk di beri pesan,
Karena memang ini tak sepelik prolog,
namun lebih interaktif dari dialog
karena memang ini tak sehina aborsi
namun lebih kejam dari mutilasi.

Kisah satu gayus seribu markus dan sejuta tikus
Mungkin Bumbu reformasi,atau sekedar dilema demokrasi
atau jangan jangan harga mati dari zaman otorisasi

Metode Ilmiah

Metode ilmiah merupakan suatu prosedur (urutan langkah) yang harus dilakukan untuk melakukan suatu proyek ilmiah (science project). Secara umum metode ilmiah meliputi langkah-langkah berikut:
- Observasi Awal
- Mengidentifikasi Masalah
- Merumuskan atau Menyatakan Hipotesis
- Melakukan Eksperimen
- Menyimpulkan Hasil Eksperimen

Observasi awal

Setelah topik yang akan diteliti dalam proyek ilmiah ditentukan, langkah pertama untuk melakukan proyek ilmiah adalah melakukan observasi awal untuk mengumpulkan informasi segala sesuatu yang berhubungan dengan topik tersebut melalui pengalaman, berbagai sumber ilmu pengetahuan, berkonsultasi dengan ahli yang sesuai.
- Gunakan semua referensi: buku, jurnal, majalah, koran, internet, interview, dll.
- Kumpulkan informasi dari ahli: instruktur, peneliti, insinyur, dll.
- Lakukan eksplorasi lain yang berhubungan dengan topik.

Mengidentifikasi Masalah

Permasalahan merupakan pertanyaan ilmiah yang harus diselesaikan. Permasalahan dinyatakan dalam pertanyaan terbuka yaitu pertanyaan dengan jawaban berupa suatu pernyataan, bukan jawaban ya atau tidak. Sebagai contoh: Bagaimana cara menyimpan energi surya di rumah?
- Batasi permasalahan seperlunya agar tidak terlalu luas.
- Pilih permasalahan yang penting dan menarik untuk diteliti.
- Pilih permasalahan yang dapat diselesaikan secara eksperimen.

Merumuskan atau Menyatakan Hipotesis

Hipotesis merupakan suatu ide atau dugaan sementara tentang penyelesaian masalah yang diajukan dalam proyek ilmiah. Hipotesis dirumuskan atau dinyatakan sebelum penelitian yang seksama atas topik proyek ilmiah dilakukan, karenanya kebenaran hipotesis ini perlu diuji lebih lanjut melalui penelitian yang seksama. Yang perlu diingat, jika menurut hasil pengujian ternyata hipotesis tidak benar bukan berarti penelitian yang dilakukan salah.
- Gunakan pengalaman atau pengamatan lalu sebagai dasar hipotesis
- Rumuskan hipotesis sebelum memulai proyek eksperimen

Melakukan Eksperimen

Eksperimen dirancang dan dilakukan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Perhitungkan semua variabel, yaitu semua yang berpengaruh pada eksperimen. Ada tiga jenis variabel yang perlu diperhatikan pada eksperimen: variabel bebas, variabel terikat, dan variabel kontrol.

Varibel bebas merupakan variabel yang dapat diubah secara bebas. Variabel terikat adalah variabel yang diteliti, yang perubahannya bergantung pada variabel bebas. Variabel kontrol adalah variabel yang selama eksperimen dipertahankan tetap.
- Usahakan hanya satu variabel bebas selama eksperimen.
- Pertahankan kondisi yang tetap pada variabel-variabel yang diasumsikan konstan.
- Lakukan eksperimen berulang kali untuk memvariasi hasil.
- Catat hasil eksperimen secara lengkap dan seksama.

Menyimpulkan Hasil Eksperimen

Kesimpulan proyek merupakan ringkasan hasil proyek eksperimen dan pernyataan bagaimana hubungan antara hasil eksperimen dengan hipotesis. Alasan-alasan untuk hasil eksperimen yang bertentangan dengan hipotesis termasuk di dalamnya. Jika dapat dilakukan, kesimpulan dapat diakhiri dengan memberikan pemikiran untuk penelitian lebih lanjut.

Jika hasil eksperimen tidak sesuai dengan hipotesis:
- Jangan ubah hipotesis
- Jangan abaikan hasil eksperimen
- Berikan alasan yang masuk akal mengapa tidak sesuai
- Berikan cara-cara yang mungkin dilakukan selanjutnya untuk menemukan penyebab ketidaksesuaian
- Bila cukup waktu lakukan eksperimen sekali lagi atau susun ulang eksperimen.

sumber : http://alphaomega86.tripod.com/metode_ilmiah.htm

Hubungan Antara Subyek dan Predikat dalam Topik Penalaran

Seperti telah dipelajari bahwa Logika adalah adalah ilmu pengetahuan dan kecakapan untuk berpikir lurus (tepat). Berdasarkan terminologi tersebut maka perlu dipahami apa berpikir itu dan apa sajakah bentuk – bentuk pemikiran manusia.

Bentuk pemikiran manusia mulai dari yang paling dasar adalah pengertian atau konsep (conceptus;concept), proposisi atau penyataan (proposition/statement) dan yang terakhir adalah penalaran (ratiocinium; reasoning).

Pada dasarnya tidak ada proposisi tanpa pengertian/konsep dan tidak akan ada penalaran tanpa proposisi. Ketiganya adalah bentuk pemikiran manusia yang saling terkait dan harus dipahami bersama – sama. Berikut ini adalah penjelasan dari ketiga bentuk pemikiran tersebut.

PENGERTIAN/KONSEP

Sering kita menggunakan kata..”Saya ngerti…” kita mengerti tentang sesuatu atau “ Konsep saya tentang hal itu adalah…”. Inilah dasar dari bentuk pemikiran manusia. Tahapan manusia yang paling awal adalah mengerti tentang sesuatu yang berarti memiliki konsep tentang sesuatu. Inilah yang akan dibahas dalam bagian ini.

Pengertian sebagai bentuk dari aktifitas pikiran terbentuk bersamaan dengan aktifitas indra. Tepat atau tidaknya pengertian tergantung dari tepatnya pengamatan. Sebagai contoh, kita melihat ada botol berwarna putih bening. Pada awalnya tentu kita belum punya pengertian apa – apa tentang hal tersebut kecuali sebuah botol putih bening. Untuk mengetahui benda itu lebih spesifik maka akan dilakuakn pengamatan lebih seksama misalnya dengan memegang botol tersebut, membacanya kalau-kalau akan ada petunjuk apa sebenarnya benda itu. Jika ternyata petunjuk tidak ada maka pengamatan terus dilanjutkan. Botol dibuka lalu dibaui, apa itu. Jika ternyata dengan cara dibaui juga belum terbentuk pengertiaan apa pun itu, dan kita tidak merasa bahaya maka akan coba untuk dicicipi. Ternyata … manis … manisnya pun kita kenal karena kita sudah pernah punya pengalaman dengan rasa seperti itu … oh ternyata air gula.

Dari contoh tersebut tampak bagaimana sebuah pengertian terbentuk yaitu bersamaan dengan aktifitas indra terjadilah aktifitas pikiran yaitu terbentuknya pengertian tentang ini atau itu. Sekali indera mengobservasi, terbentuklah pengertian yang bagi pikiran merupakan data dalam proses berpikir lebih lanjut. Karena berasal dari pengalaman maka pengertian itu disebut sebagai data empirik. Juga disebut sebagai data psikologik karena terbentuk melalui proses psikologik yaitu pengalaman indera.

Pengertian adalah sesuatu yang abstrak. Contoh di atas air gula adalah sesuatu yang abstrak. Pihak lain tidak akan mengetahui apapun jika tidak diucapkan atau diverbalkan. Untuk menunjukkan sebuah pengertian dapat digunakan lambang yaitu bahasa. Di dalam bahasa pengertian dilambangkan berupa kata . Kata sebagai fungsi pengertian disebut dengan term.

PROPOSISI

Bentuk pemikiran kedua yang merupakan pengembangan dari konsep atau pengertian adalah proposisi. Pada saat terjadinya observasi empirik, di dalam pikiran tidak hanya terbentuk pengertian saja tetapi juga terjadi perangkaian dari term – term itu. Tidak pernah ada pengertian yang berdiri sendiri dalam pikiran. Rangkaian pengertian itulah yang disebut dengan proposisi.

Dalam proses pembentukan proposisi ini terjadi dua hal. Atau dapat dikatakan bahwa syarat terbentuknya proposisi mencakup dua hal yaitu:

1. Ada terjadi pengertian yang menerangkan pengertian yang lain atau ada pengertian yang diingkari tentang pengertian lain.

Contoh: Lemari itu besar.

Kata besar menerangkan tentang lemari Pengertian yang menerangkan itu disebut dengan predikat. Sedangkan pengertian yang diterangkan disebut subyek. Predikat biasanya disingkat dengan P dan Subyek disingkat dengan S, dan kata itu atau fungsi menerangkan diberi tanda = maka proposisi itu dapat ditulis menjadi S=P. Hasil dari perangkaian ini adalah proposisi positif. Kalau dalam proses perangkaian itu terjadi pengingkaran maka proposisi yang terbentuk menjadi S P. Hasilnya adalah proposisi negatif.

Di sinlah keunikan kalimat dalam logika dibandingkan dengan bahasa Indonesia. Jika dalam bahasa Indonesia kita mengenal ada subyek, predikat, objek bahkan keterangan, di dalam logika tidak. Yang ada di dalam logika sepanjang apapun kalimat itu yang ada hanyalah subyek dan predikat. Ini adalah konsekuensi dari syarat terbentuknya proposisi yang sedang kita bicarakan ini.

2.Proses pembentukan yang kedua adalah jika terjadi pembentukan proposisi sekaligus terjadi pengakuan bahwa lemari itu memang besar adanya atau bahwa lemari itu tidak besar. Maka tampak di sini bahwa dalam proposisi mengandung benar dan salah sementara dalam pengertian tidak. Yang dinyatakan dalam proposisi tersebut adalah fakta yaitu pengamatan yang dapat diverifikasi atau diuji kecocokannya secara empirik dengan menggunakan indera.

Bagi pikiran, fakta merupakan data empirik yang tinggal diterima saja. Benar tidaknya tergantung dari tepat atau tidaknya cara dan alat yang digunakan untuk mengamati. Karena proposisi ini didasarkan pada observasi empirik maka proposisi ini disebut sebagai proposisi empirik.

Di samping proposisi empirik ada juga proposisi yang sifat benar atau salahnya dapat dicocokkan langsung, tampak pada pikiran dan oleh karenanya itu harus diterima. Proposisi yang demikian ini disebut dengan proposisi mutlak. Proposisi seperti ini jelas dengan sendirinya (self evident). Contoh proposisi mutlak adalah Air jatuh selalu dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah. .

Dalam proposisi predikat selalu dihubungkan dengan subyek Jika hubungan tersebut bergantung pada syarat yang harus dipenuhi maka proposisi tersebut disebut dengan proposisi hipotetis. Jika hubungan antar predikat dan subyek itu adalah hubungan yang tanpa syarat maka proposisi itu disebut dengan proposisi kategorik.

Seperti halnya pengertian, proposisi juga abstrak, untuk menyatakannya dalam bahasa berupa kalimat. Lambang dari proposisi merupakan kalimat berita dan hanya kalimat beritalah di antara kalimat yang lain (tanya maupun perintah) yang merupakan lambang dari proposisi. Kalimat tanya bukan merupakan lambang dari proposisi karena dalam kalimat tanya hubungan antara subyek dan predikat masih dicari, sedangkan dalam kalimat perintah hubungan antara subyek dan predikat adalah dipaksakan harus ada. Padahal seperti telah diketahui bahwa inti dari proposisi adalah adanya hubungan atau kaitan antara subyek dan predikat.

Proposisi merupakan unit terkecil dalam pemikiran yang mengandung maksud sempurna. Proposisi masih dapat dianalisis lagi menjadi kata – kata karena seperti kita ketahui syarat bagi terbentuknya sebuah proposisi jika ditilik dari prosesnya adalah jika terjadi perangkaian konsep yang berfungsi menerangkan atau mengingkari konsep yang lainnya. Dalam logika dikenal ada 2 macam proposisi menurut sumbernya yaitu proposisi analitik dan proposisi sintetik. Proposisi analitik adalah proposisi yang predikatnya mempunyai pengertian yang sudah terkandung pada subyeknya.

Contoh :
Manusia adalah mahkluk hidup

Kursi adalah benda mati

Jika dilihat dari contoh tampak bahwa predikat pada proposisi analitik tidak mendatang pengetahuan baru karena pengertiannya sudah terkansung pada subyeknya. Proposisi ini disebut dengan proposisi a priori

Proposisi yang kedua adalah proposisi sintetik yaitu proposisi yang predikatnya mempunyai pengertian yang bukan menjadi keharusan bagi subyeknya.

Contoh : Dian adalah pemain film yang berbakat

Predikatnya merupakan pengetahuan baru yang didapat melalui pengalaman. Proposisi ini merupakan lukisan dari kenyataan empirik dan untuk menguji benar salahnya diukur berdasarkan sesuai atau tidaknya dari kenyataan empiriknya.Proposisi ini disebut proposisi a posteriori

Selain itu, berdasarkan bentuknya ada 3 macam yaitu proposisi kategorik, proposisi disjungtif dan Proposisi Hipotetik.

sumber : http://zalim76.multiply.com/journal/item/18/Bentuk_bentuk_pemikiran_manusia

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.