Kita adalah langit langit,menutup erat dan berbagi
Disatu sisi kau katakan sahabat,
Dilain sisi ku tawarkan uang nabat
Kita adalah poros bumi,berputar terus dan mengintari
Berbagi mimpi kau lepaskan janji
Menyambut mimpi ,ku biarkan terjadi
Tak ubah seperti daun kering
Mudah dikumpul tak mudah diikat
Satu gayus mulai mendekat,lalu semua bilang sepakat
Seribu markus mulai merapat,lalu semua cepat mufakat
Sejuta tikus siap mendarat,lalu semua sigap mencari tempat
Disana,didalam lorong terang bepagar beton kemewahan
Disana,disekeliling dasi dasi yang menjuntai dan gedung yang tinggi semampai
Kita tetap langit langit,menutup erat dan melindungi
Kita tetap poros bumi,berputar terus tanpa henti
Walau lekang tuk ditutur ulang , Meski bosan tuk di beri pesan,
Karena memang ini tak sepelik prolog,
namun lebih interaktif dari dialog
karena memang ini tak sehina aborsi
namun lebih kejam dari mutilasi.
Kisah satu gayus seribu markus dan sejuta tikus
Mungkin Bumbu reformasi,atau sekedar dilema demokrasi
atau jangan jangan harga mati dari zaman otorisasi