“Satu gayus,seribu markus,sejuta tikus”

Kita adalah langit langit,menutup erat dan berbagi
Disatu sisi kau katakan sahabat,
Dilain sisi ku tawarkan uang nabat
Kita adalah poros bumi,berputar terus dan mengintari
Berbagi mimpi kau lepaskan janji
Menyambut mimpi ,ku biarkan terjadi

Tak ubah seperti daun kering
Mudah dikumpul tak mudah diikat
Satu gayus mulai mendekat,lalu semua bilang sepakat
Seribu markus mulai merapat,lalu semua cepat mufakat
Sejuta tikus siap mendarat,lalu semua sigap mencari tempat
Disana,didalam lorong terang bepagar beton kemewahan
Disana,disekeliling dasi dasi yang menjuntai dan gedung yang tinggi semampai

Kita tetap langit langit,menutup erat dan melindungi
Kita tetap poros bumi,berputar terus tanpa henti
Walau lekang tuk ditutur ulang , Meski bosan tuk di beri pesan,
Karena memang ini tak sepelik prolog,
namun lebih interaktif dari dialog
karena memang ini tak sehina aborsi
namun lebih kejam dari mutilasi.

Kisah satu gayus seribu markus dan sejuta tikus
Mungkin Bumbu reformasi,atau sekedar dilema demokrasi
atau jangan jangan harga mati dari zaman otorisasi

Bunda

Lukamu sesakkan jiwaku
Segala yang engkau lakukan hanya demi diriku semata
Sakit mu adalah sakit ku
Segala yang engkau lakukan tanpa dusta

Salah ku bila engkau tak pernah bahagia
Salah ku bila hari mu penuh cemas
Salah ku bila engkau selalu gelisah
Salah ku bila engkau kecewa

Tiadalah tangis ku bila dibandingkan segala pengorbananmu
Yang telah ada selama ini
Tiadalah arti pengorbanan ku
Tanpa engkau di sisi ku

Entah apa yang akan terjadi pada diri ku
Tanpa engkau disisi ku
Entah apa yang akan terjadi pada diri ku
Bila murka mu menghantui ku

Wahai bunda
Goresan tangan ini takkan sanggup
menyamai segala pengorbanan mu

Wahai bunda
Taruhan nyawa sanggup Engkau lakukan
demi kehidupan ku

Bunda
Kini usia ku telah bertambah dewasa
Hari ini Engkau telah berhasil
Berhasil membesarkan ku
Berhasil mendidik ku
Berhasil menjadikan ku pribadi yang lebih dewasa

Bunda
Maafkan bila derita yang selalu ku berikan pada mu
Maafkan bila tangisan yang selalu ku berikan pada mu

“Selamat Hari Ibu”
22122009

Kaulah Segalanya

Merangkul beban menahan kehausan
Ku hempaskan keraguan diri
Ku berlari menuju keabadian
Harapan hanya sebatas harapan

Kini,t’lah terlewati hampa kemewahan
Raganya berasa keinginan semata
Berjuta-juta asa merasuki diri
Tertegun dalam lamunan penantian

Harapan seiman jadi kenyataan
Nalurimu menghapus sirna keraguan
Selaras dahsyatnya gelombang menghempas karang
Pengaruh nafas ikhlasnya berparas indah

Kini keyakinan menyelimuti hati
Terbebas dari kegundahan akan sirna keangkuhan
Syukur berlafadzkan RABBHI
Sungguh memberikan pencerahan gemerlap
Kehangatan berlindung kepercayaan

30 April 2005
D!”~L@_Ch@N

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.