Cara Mengkritik Orang Lain

Kata orang, saat ini kita tengah berada di era demokrasi. Dimana kita diberi ruang yang cukup luas untuk menyampaikan kritik, uneg-uneg, saran, ketidak puasan dan apa pun yang kesemuanya dilindungi oleh undang-undang. Namun yang menjadi masalah sering kali kita kebablasan dalam menyikapi kebebasan yang diberikan dan ruang yang disediakan.

Saluran untuk menyampaikan saran, kritik atau apa pun saat ini sudah terbuka lebar. Anda bisa menyampaikan lewat media cetak seperti koran, majalah, atau tabloid. Bisa pula melalui milis/ situs seperti blog, atau web tertentu. Ada juga yang memanfaatkan massa untuk menyampaikan keinginan atau aspirasinya yaitu melalui demonstrasi. Hal ini dapat kita saksikan setiap hari dilayar kaca bahkan di sekitar kita sendiri.

Semua orang memang berhak untuk menyampaikan apa yang menganjal dalam hatinya, yang harus diingat adalah etika dalam menyampaikannya. Seringkali kita melupakan hal itu, yang akhirnya kita kebablasan. Secara tidak sengaja dalam beberapa hari ini saya membuat note kecil tentang etika dalam menyampaikan kritik/ pendapat, kurang lebih sebagai berikut:

1. Pahami dan kuasai terlebih dahulu permasalahan yang akan kita kritisi tersebut. Sering saya melihat orang mengeluarkan pendapat atau opini atau kritik tanpa mengerti permaslahan sebenarnya, sehingga yang muncul adalah kesalah pahaman. Saya menyarankan, jika anda tidak mengerti atau tidak menguasai sebuah permasalahan lebih baik anda diam (tidak berpendapat/ mengkritik) dan mencari informasi tambahan.

2. Cara Anda Mengkritik. Cara mengkritik merupakan sebuah media/ saluran bagi anda untuk menyampaikan kritik, opini atau uneg-uneg. Gunakanlah cara yang santun dan baik, selain itu jangan sampai anda menyampaikan kritik secara emosional serta gunakanlah bahasa yang baik dan tidak ambigu agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

3. Menyesuaikan dengan Sikon. Jika akan mengkritik seseorang saya sarankan anda untuk melihat situasi dan kondisi orang tersebut, perhatikan mood/ suasana hati orang tersebut. Dan jangan sekali-kali anda menyampaikan kritik yang pedas di hadapan orang lain apalagi orang banyak. Selain membuat orang tersebut malu juga kurang etis, sampaikan kritik anda ketika orang tersebut sendiri dengan suasana hati yang baik.

4. Jika orang yang anda kritisi/ kritik mau merubah diri atau melakukan apa yang kita sarankan, jangan sekali-sekali anda merasa berjasa atau memiliki andil atas perubahan tersebut. Selain menimbulkan rasa ujub/ takabur, hal tersebut juga menunjukan secara tidak langsung bahwa diri andalah yang sesungguhnya harus dikritik.

5. Jangan lupakan yang namanya ‘niat’, ketika anda mengkritisi atau memberi saran kepada orang lain niatkan sebagai ibadah dalam rangka ‘amal ma’ruf nahi munkar’.

Itulah menurut saya beberapa hal yang harus diperhatikan ketika kita akan menyampaikan saran/ kritik/ opini tentang apapun, hal ini saya yakini dapat meminimalisir kesalahpahaman dan mengurangi potensi konflik antara kita yang memberi kritik dengan yang kita kritik.

sumber : http://denisuryana.wordpress.com/2009/12/10/etika-mengkritik/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: